Ya.. saya baru ngepost kemarin. Tapi sebagai ganti yang telat, saya ngepost lagi minggu ini, jadi yeay! ada lagi. Anyway, ada yang bisa tebak saya mau bahas apa kali ini? Clue nya ini tuh sesuatu yang kalian ingin capai, kata nya diulang 2x, 8 huruf dan mirip nama penyanyi dangdut gitu deh.. Sudah tau jawabannya? Simpan aja jawabannya, kita langsung bahas aja!
Jadi, saya dari SD tuh ingin banget yang namanya… es krim (eh.. kok gini). Nggak, nggak. Saya tuh ingin banget jadi arsitek. Well.. dulu saya termasuk salah satu orang yang jago gambar (keahlian yang tidak terlalu terasah saat ini) dan mungkin karena itu saya mau jadi arsitek. Selain itu, saya tuh ingin banget bisa design rumah sendiri. Saya sangat suka rumah di masa depan saya lumayan banyak kaca nya (tipe-tipe modern gitu) dan ada suatu ruangan khusus untuk buku-buku saya (tentu saja.. sebagai penggemar novel ini perlu :)). Impian ini terus saya pertahankan bahkan sampai SMP. Meskipun ibu saya sempat menyarankan saya mencoba memikirkan tentang pilihan lain yaitu teknik sipil, saya tetap memprioritaskan jadi arsitek. Dia bilang kalau teknik sipil bisa sekalian bangun, dan kalau kita memang orang seni, bisa sekalian design (gak salah sih, tapi kalau cewek masuk teknik sipil, saya bingung setelah lulus profesinya bisa apa aja/terbatas).
Semua itu berubah ketika saya merasakan kehidupan SMA. Saya bertekad untuk lebih menikmati hidup dan memilih jurusan kuliah yang tidak terlalu membebani hidup saya. Menjadi arsitek bukanlah jurusan kuliah yang menikmati hidup. Tahu dari mana saya? Kakak sepupu saya. Dia seorang arsitek dan sewaktu dia kuliah, tugas yang dia punya banyak sekali bahkan dia bukan tidur setiap harinya melainkan ketiduran. Sebanyak itu sampai tidak ada istilah untuk tidur. Saya tidak ingin mengulang kehidupan di Sanur dengan mengalami kehidupan di perkuliahan penuh tugas dan lembur. Akhirnya saya mencari option/cita-cita selain arsitek.
Kalau gabut, kadang-kadang saya suka ngutak-ngatik isi smartphone. Kadang-kadang juga kalau ibu saya minta bantuan mengenai laptop atau nge-screenshot atau men-download sesuatu, dia tanya hal-hal seperti itu ke saya. Saya menemukan teknologi itu menarik. Dan sebagai apple user (hai… para pengguna produk apple), saya menjadi tertarik sekali untuk bisa bekerja di apple office, khususnya yang sudah mulai dibangun di BSD. (motivasi terbesar saya adalah siapa tahu saya bisa jadi yang buat iOs terbarunya iPhone sambil tester produk iPhone terbaru + dikasih kan lumayan :)). Nah.. melihat dari deskripsi di atas, udah ketahuan dong saya pindah haluan kemana. Yup! Teknik Informatika atau Ilmu Komputer (keduanya mirip-mirip gitu deh..) Saya tidak tahu kehidupan perkuliahan anak komputer kayak gimana tapi yang jelas kamar tidak akan kotor dengan potongan-potongan kertas untuk membuat maket.
Tidak cuma tentang jurusan atau pekerjaan yang saya inginkan, tapi saya juga ingin merasakan berbagai pengalaman yang menarik bagi saya. Saya ingin merasakan kalau saat kuliah ada tugas bersama, saya dan teman-teman kuliah saya in the future bisa makan malam nongkrong di suatu kafe/restoran (pakai wifi gratis of course) sambil ngerjain tugas bareng + ngobrol, ketawa + main bareng. Gak tahu kepikiran dari mana, tapi pernah kebayang aja ingin ngerasain gitu, kayaknya asik dan seru. Saya juga ingin merasakan pengalaman skydiving, atau olahraga ekstrem lainnya yang berada di ketinggian tertentu. Mungkin orang normal pada umumnya (saya emang kadang kurang normal, HEHEHE) akan menolak melakukan hal seperti itu, tapi saya sangat ingin merasakan terbang di antara awan-awan dan merasakan kebebasan ketika berada di atas sana. Saya juga ingin mencoba untuk mengeksplor keindahan alam dengan belajar mendaki gunung. Dan masih banyak pengalaman lain yang ingin saya rasakan. Semoga setelah keluar dari kehidupan monoton dan padat di Sanur, saya bisa men-checklist bucket list saya.
Nah… udah keliatan banget dari tadi saya ngebahas tentang cita-cita. Cita-cita itu gak harus tentang kita mau jadi apa saat besar nanti, tapi juga bisa sesuatu seperti pengalaman yang ingin kita lakukan atau tujuan-tujuan yang ingin kita capai di masa yang akan datang. Saya udah cerita mengenai cita-cita saya. Apa ceritamu?
P.S. Seperti biasanya, gambar saya selalu aneh, tapi ada arti dibaliknya. Menurut saya memandang masa depan (cita-cita), itu kayak memandang lautan. Luas, gak tau ujung nya ada dimana dan banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Kita bisa have fun ketika berada di laut, tapi laut itu pun juga bisa membawa petaka di hidup kita. Nah.. yang terpenting, kalau kita mengalami petaka, maukah kita untuk mencoba datang lagi ke laut meskipun kita tidak tahu ketika sampai sana apa yang akan terjadi? Atau memilih untuk tidak datang karena takut? Maukah kita mencoba lagi ketika kita gagal di tengah jalan dalam meraih cita-cita meskipun kita tidak tahu apa kehendak Tuhan? Atau berhenti dan menyerah karena takut gagal? (Duh.. dalem banget ya pertanyaan, kayak pertanyaan refleksi. Gak usah di jawab deh kalau terlalu susah)
P.S.S. Untuk si burung, abaikan aja. Dia cuma mau menikmati keindahan laut dan capek karena sering terbang. Oke? Oke.