Okeyyyy.. Sudah 2 minggu saya tidak nge-post apapun. Apakah kalian bertanya-tanya saya kemana? Tidak kemana-mana tapi saya fokus belajar UTS minggu lalu (khususnya mendedikasikan weekend untuk belajar biologi yang bahannya 5 bab). Saya sudah lelah membahas tentang sekolah karena saya merasa hidup saya isinya cuma sekolah saja (padahal emang kenyataannya seperti itu), jadi saya akan membahas tentang dunia lain (bukan dunia lain yang serem, maksudnya dunia selain sekolah :D)
Untuk saat ini, tentu saja aktivitas di luar sekolah saya cuma les private pelajaran sekolah dan les di BTA 45 untuk persiapan masuk PTN (#pejuangptn). Cukup menguras tenaga dan waktu karena saya les setelah sampai rumah yaitu sekitar jam 8 malam dan emang mau gimana lagi saya kadang-kadang belum cukup paham dengan pengajaran di sekolah. Saya mulai nge-les saat kelas 11 semester 1 karena ternyata pelajaran setelah penjurusan itu sangatlah susah dimengerti, banyak, bikin stress, pokoknya ngeselin sampai saya nyerah dan akhirnya ngerasain yang namanya les pelajaran sekolah.
Saya juga les BTA 45 di hari Minggu. Sebetulnya sih menurut saya pribadi, les buat PTN itu gak harus di BTA atau Inten atau bahkan kalau kalian sanggup gak usah les. Yang terpenting adalah kita niat belajar, rajin dan terus mau mencoba. Kenapa saya les? Karena saran dari ibu saya (yang saya gak tau alasan nya kenapa) dan kakak saya. Alasan kakak saya ini lah yang membuat saya akhirnya mendaftar di BTA. Dia bilang “Sebetulnya kamu les dimana aja juga terserah, kalau bisa les di tempat les yang ngasih kamu tips & trick cara mengerjakan SBM dengan baik sesuai dengan jurusan yang kamu mau.” Karena alasan yang masuk akal ini lah, (apresiasi untuk kakak saya yang akhirnya bisa diajak ngomong serius) akhirnya saya daftar BTA dan karena sekolah hari Sabtu jadi libur.
Itu yang tahun ini saya lakukan. Semua kehidupan di luar sekolah sebelum kelas 12 lebih relaxing daripada sekarang. Saat saya kelas 4 SD saya pernah kursus berenang karena SD saya ada pengambilan nilai renang. Dulu, renang adalah salah satu olahraga yang paling saya benci dan sekarang menjadi yang paling saya sukai. Untuk bisa berenang bagi saya itu penuh perjuangan dan keberanian dan sangat life changing. Saya juga kelas 6 SD sempat sebentar jadi organis gereja, lalu saya bergabung di komunitas biola di gereja dan bersama mereka main di gereja atau saat pernikahan orang. Tapi karena saya masuk SMP Sanur dan Sabtu masuk, makanya saya keluar.
Kursus terlama saya dan bahkan mengisi hampir seluruh hidup saya adalah les piano dan les Kumon (iya.. saya anak Kumon). Saya mulai belajar piano (sebetulnya organ dulu baru piano) dari TK A. Saya tidak tahu kenapa didaftarin tapi mungkin karena ibu saya suka bermain piano jadi saya didaftarin. Dulu saya merasa bermain piano itu cukup beban karena lagunya ditentuin lah, harus ngejar buat ujian piano lah, dan saya jarang sekali latihan piano kecuali beberapa jam sebelum saya les baru saya latihan. Saya kalau bermain piano itu pemilih. Maksudnya main di saat saya mau dan dengan lagu yang saya suka. Untung guru piano saya yang baik hati dan pengertian, jadi ada sekitar 6 bulan (kelas 11 semester 2) saya nge-les itu cuma untuk refreshing dan tidak mengejar materi ujian. Sampai akhirnya saya keluar les karena saya naik kelas 12 dan saya tidak sanggup meluangkan waktu untuk les. Justru saat kelas 12 inilah, saya lebih sering latihan piano (supaya saya tidak stress) bahkan di saat besok ada banyak tugas dan baru sampai rumah jam 7, saya tetap main piano. Alasan lainnya adalah supaya otak kanan kiri saya tetap seimbang (gak tau aja tapi saya tetap ingin otak kanan kiri saya seimbang :)).
Saya juga anak Kumon. Saya les Kumon dari TK B dan baru lulus kelas 11 kemarin (Puji Tuhan akhirnya lulus!) Menyelesaikan Kumon itu butuh sweat & tears (no blood, gak selebay itu juga). Saya gak tahu kenapa saya les di Kumon, mungkin dulu saya minta karena kakak saya les disitu dan selalu pulang membawa stiker (percayalah, dulu mendapat stiker seperti mendapat duit di jaman sekarang). Katanya dengan Kumon, pelajaran di sekolah menjadi lebih mudah. Tetapi menurut saya dan pengalaman saya, hal itu tidak terlalu benar. Selama saya di Kumon, kalau level nya udah mulai susah, saya tidak ngerti dan tidak paham betul pelajaran yang ada (bisa lulus karena ngapalin jawaban, *oopss*). Justru, ketika saya belajar materinya di sekolah saya akhirnya baru paham betul dan berkata “Oh.. jadi ini yang diajarin di Kumon”. Jadi kesimpulannya, saya mengerti ketika diajarin di sekolah dan bisa mengerjakan soal karena sudah pernah ngerjain di Kumon.
Kira-kira segitu kegiatan saya. Seiring saya naik kelas, semakin sedikit karena keterbatasan waktu (karena rumah saya jauh dari sekolah) dan karena saya lebih memilih mengerjakan tugas dan istirahat di rumah daripada bersosialisasi di luar rumah. Banyak target dan keinginan untuk ikut berbagai kegiatan yang ingin saya eksplor, tapi mungkin baru dapat terlaksana saat di perguruan tinggi nanti.
Tips: Carilah dunia lain selain sekolah karena hidup gak cuma buat sekolah aja. Mungkin saya gak sebutkan di atas, tapi untuk kalian yang tipe #yolo, kalian bisa datang ke acara sekolah lain. Tahun-tahun lalu saya cukup sering datang dan menurut saya hal itu membantu banget untuk memperluas dunia pertemanan dan tahu lingkungan di luar sekolah kita. Cara berbicara, berpikir dan berteman mereka pasti beda dengan yang ada di sekolah sendiri. Jadi, jangan jadi anak rumahan, at least jalan bareng temen-temen buat nonton, ngobrol-ngobrol, dan eksplor tempat-tempat yang belum dijelajahi. Selamat eksplor dunia lain kalian!
P.S. Itu gambar apa sih? itu gambar kolam renang. Apa hubungannya? Mengeksplor dunia lain menurut saya seperti ketika kita mau belajar berenang di kolam renang. Apakah kita tipe orang yang cukup duduk di pinggiran kolam renang dan tetap berada di zona nyaman kita? Atau kita mau eksplor kolam renang tersebut dengan memberanikan diri meloncat ke dalamnya tanpa tahu berapa kedalamannya tetapi kita bisa mendapatkan pengalaman baru karena berani ambil resiko? Jawabannya kalian yang tentukan.