Hhhmm.. seminggu ini terasa panjang bagi saya karena banyak sekali tugas dan ulangan yang harus dilakukan dan selama seminggu ini saya tidak ada hari libur karena hari Sabtu ada edufair dan hari Minggu saya ikut psikotes BTA (untungnya cuma deket rumah). Anyway, menurut kalian saya kali ini akan bercerita tentang apa sih? Kenapa judulnya kok kontradiktif banget ya? Musuh dan sekutu? Jadi yang mau dibahas kali ini musuh atau sekutu?
Oke tanpa perlu banyak bertanya lagi, saya akan membahas tentang sosok yang memiliki kedua peran di dalam hidup saya, yaitu sebagai musuh dan sekutu. Orang tersebut adalah …. **drumroll backsound**
My one and only beloved brother
Bukan tanpa alasan saya akan membahas dia di post kali ini. Berhubung saya ingat ini bulan September dan saya juga ingat kakak saya ini berulang tahun di tanggal 19, maka dari itu saya akan menceritakan tentang dia. Jadi post ini didedikasikan khusus untuk kakak saya (anggap saja ini kado dariku).
Kakak saya lahir di Semarang sama seperti saya. Saat ini, dia adalah seorang jomblo (setahu saya) dan seorang mahasiswa UGM Fakultas Hukum Semester 9 (kalau gak salah) dan sedang melakukan skripsi (yang kayaknya belum kunjung selesai). Kenapa semester 9? Karena dia bilang “Ngapain lulus cepet-cepet, enakan 4,5 tahun kan sambil membangun koneksi.” Kalimat ini adalah kalimat yang sampai sekarang saya masih tidak tahu apakah benar atau cuma alasan saja.
Mungkin juga kalian sudah bisa menebak kakak saya alumni SMA mana. Bagi yang menjawab alumni CC, 100 buat kalian! Kakak saya adalah orang yang sangat cinta dengan almamaternya (atau mungkin emang semua anak CC seperti itu). Dia punya banyak sekali baju bertemakan CC dan sekarang ditambah lagi dengan baju bertemakan fakultas hukum UGM. Pakaian-pakaian itu selalu dipakai berkali-kali sampai keliatan buluk (percayalah!). Mungkin dia lakukan itu biar ngirit duit, gak perlu beli kaos yang mahal-mahal.
Kakak saya adalah orang yang sangat handal bersosialisasi (tidak seperti saya). Buktinya dia masuk jurusan IPS (emang ga nyambung tapi biarkanlah) dan dia punya banyak komunitas. Dia aktif di gereja, aktif jadi panitia (tapi tidak berorganisasi), suka ikut komunitas motor-motor gitu, bahkan punya banyak teman dan kenalan dari yang mungkin seumuran dia sampai yang udah seumuran bapak-bapak atau ibu-ibu kayaknya juga ada. Ya.. pokoknya se-aktif itu, gak kayak saya. Hal ini yang selalu dibandingkan oleh ibu saya, tapi saya tidak peduli karena masing-masing orang punya kelebihan dan kelemahan masing-masing. Tips: Love yourself more and embrace it.
Oke.. kembali ke topik permasalahan. Kenapa kakak saya merupakan seorang musuh sekaligus sekutu di kehidupan saya? Jadi, dulu ketika saya masih imut-imut dan innocent, saya sangatlah tidak suka dengan kakak saya karena dia selalu ngisengin saya terus (bahkan sampai sekarang). Banyak sekali keisengan yang dia lakukan sampai saya tidak tahu lagi harus menyebutkan yang mana, intinya dia adalah orang yang iseng. Bagi kalian yang berekspektasi punya kakak cowok itu enak, pasti dilindungin terus, kemana-mana dianterin dan lain-lain, percayalah kakak cowok tipe itu jarang sekali tercipta dan tidak ada di kehidupan saya. Justru istilah kakak beradik seperti Tom & Jerry lebih tepat. Maka dari itu, saya menganggap kakak saya sebagai musuh saya.
Namun, seiring berkembangnya waktu, dan saya semakin remaja, obrolan yang kita bicarakan semakin sama dan nyambung. Tidak seperti dulu, kalau ngobrol sama dia jadi makin asik dan seru. Bahkan kita bisa nonton Running-Man (suatu tv show yang saya perkenalkan dia dan malahan dia yang sekarang terus ngikutin) bareng-bareng dan ketawa bareng gara-gara nonton itu. Bahkan saya juga nanya tentang kuliah dan segala macemnya ke dia kalau pas lagi berdua. Dia adalah ally saya juga sekarang ini karena saat kita merasa ibu saya salah dan nge-gas (marah), kita saling mendukung satu sama lain untuk membuktikan bahwa ibu saya salah (duh.. dianggap durhaka atau gak, setidaknya kita bersama).
Jadi, kesimpulannya meskipun kakak saya kadang-kadang ngeselin dan kita juga sering berantem tapi kita tetap saling mendukung dan saling membantu satu sama lain. And because of that, I really care and love him 🙂 Semoga di ulang tahun kali ini, Tuhan mau melancarkan dan membimbing dia hingga tercapai segala yang diinginkan. Amin.

P.S. Foto utama adalah suatu fajar di sta. Manggarai. Kenapa? Karena dari kecil hingga saat ini kakak saya sangat suka dengan kereta dan selama 3 tahun bersekolah di CC, dia selalu pergi dan pulang dengan naik kereta (hingga puas). Ini kuberikan foto miniatur kereta yang selalu kamu perhatikan secara detail sewaktu di Bandung.